Langsung ke konten utama

Si Manis Jembatan Ancol, Visual Efek selendang yang mengagumkan

Pernah dirilis tahun 90 an, Film ini bisa kita saksikan lagi di akhir tahun, tentunya dengan versi yang signifikan dengan selendangnya. Bicara soal selendang, tentu sudah tahu dong film apa yang akan kita bahas nih, Moviepers. Bener banget, si Indah Permatasari Si Manis Jembatan Ancol 2019.

Sumber : Kanal Youtube MVP Pictures ID | SI MANIS JEMBATAN ANCOL - Official Trailer | 26 Desember 2019 di Bioskop

Perubahan yang Signifikan
Tentu pada rentetan film yang sebelumnya, Film Si Manis Jembatan Ancol 2019 memang menjadi film yang sekedar mengisi waktu luang, yang biasa tayang hingga ber episode-episode tentunya. Namun, ketika diangkat ke layar lebar, banyak sekali perubahan yang dibilang drastis. 

Sumber : Kanal Youtube MVP Pictures ID | SI MANIS JEMBATAN ANCOL - Official Trailer | 26 Desember 2019 di Bioskop

Mulai dari pemeran, hingga plot yang dibangun. Dibagian awal film ini, memang suasana jadoel cukup terasa, baik tempat hingga pemilihan kostum, meski dibeberapa juga ada yg tidak begitu khas. 

Banjir Jump Scare
ketika awalnya sudah dibangun dengan baik, sampai ditengah malah fokus pada jump scare.  Ada banyak sekali pengulangan yang terjadi, yang jujur malah membuat saya kaget diawal dan keseringan bosan. 

Padahal, bila memang unsur ceritanya lebih diperbaiki, dengan tambahan jump scare yang disisipkan, menurut saya akan lebih baik lagi. Apalagi, teror yang disajikan saat dipiring itu memang membuatnya cukup epik di film ini.

Terus, yang movierall suka ?
Visual Selendang yang mengagumkan, film ini memang jarang menggunakan Visual Efek, namun saat ditampilkan, bisa dinikmati dengan baik. Terbukti dengan Selendang Merah yang sempat juga ditampilkan di bagian Trailernya. Selain itu, Tone warna di awal film dibangun cukup menarik, namun menginjak di tengah cerita hingga ke akhir, entah kenapa malah tak kunjung lebih baik, malah sebaliknya.

Sumber : Kanal Youtube MVP Pictures ID | SI MANIS JEMBATAN ANCOL - Official Trailer | 26 Desember 2019 di Bioskop

Selain itu juga, Plot yang disajikan, juga tidak seperti film horor pada umumnya. saya agak menikmati saat di ending film, semua diceritakan tentang apa yang terjadi sebenarnya, kita tak hanya boleh percaya pada apa yang kita lihat di awal, sebelum menyimak ceritanya dibagian akhirnya.

Mau kasih Score berapa buat Film Si Manis Jembatan Ancol ?

7.3/10

Cerita si Manis jembatan Ancol memang mengalami perubahan yang menarik dari versi sebelumnya, didukung dengan visual selendang yang mengagumkan, membuat "Maryam" tampak seperti Penguasa di Jembatan itu dengan selendangnya. Hanya saja, semua itu malah didukung dengan adegan yang tidak logis, atau tidak masuk akal. 

Seperti mayat yang tergantung, kemunculannya didalam Rumah, hingga beberapa adegan lainnya yang terasa memotong tidak ada kelanjutannya. Di bagian endingnya sendiri, masih belum bisa mengakhiri ceritanya dengan baik, yang setidaknya bisa meninggalkan kesan setelah kita menontonnya. 
Justru, menurut Movierall sendiri, kesan yang masih terngiang tentu visual selendang yang cukup epik yang dibelitkan pada Yudha dan menimbulkan atmosfer horor yang agak mencekam. 

Ada beberapa kata mutiara yang disisipkan pada film ini, mulai dari definisi bahagia itu sendiri, hingga alasan mengapa wanita itu harus kuat. Kalo menurut kalian, gimana ? 

Mungkin Anda Suka:

Komentar




  1. Saya justru lucu melihat film versi simanis jembatan ancol terbaru berkesan banyak yang tidak sesuai dengan kisah aslinya.😄😄

    Kenapa nggak diganti aja judulnya menjadi si manis selendang merah..😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, saya juga sepertinya sepemikiran. Karena memang yang cukup menonjol selendang merah beserta visual effeknya.

      Hapus
  2. Mantap reviewnya. Ini film legend. Teknologi film sekarang sudah lebih maju. Tapi, tidak bisa bohong, karakter film jadul lebih kuat dan memorable. Seperti halnya film Jurassic Park seri sekarang dengan yang jadul, jujur lebih memorable yang jadul. Entah kenapa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, saya belum ngikutin untuk seri jadulnya, karena malah cenderung seperti sinetron yang terbagi menjadi beberapa episode. Saya lebih suka yang diangkat ke layar lebar yang seperti ini.

      Hapus
  3. hahah..ingat film ini saya jadi ingat dng Tokoh yang berkepala botak di film yang lama. Versi baru belum saya tonton,hahaha.....ketahuan banget saya jarang nonton film terbaru. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, cukup memorable ya sepertinya. Kabar baiknya, di film ini orang itu tetep hadir kok, tapi dengan peran yang berbeda dengan film sebelumnya.

      Hapus
  4. Saya melihat resensi CineCrib dan rada terkejut juga dengan film ini. Digadang-gadang film horor, eh ternyata kentang. Hehehe. Tapi memang menurut kawan yang sudah nonton, dengan perspektif baru, film ini menyajikan plot yang melanggar bayangan penonton. Dan itu patut diapresiasi. Walaupun bener juga, kesan setelah menonton film harus jadi pertimbangan juga. Karena bisa saja konsep begini, bikin penonton merasa ditipu film, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. plotnya yang baru memang menjadi kejutan juga buat saya, meskipun banyak sekali hal-hal yang tidak logis. Andai saja dibuat lebih logis, tentu akan lebih memperbaiki kualitas filmnya. Sungguh sayang sekali.

      Hapus
  5. Wah kayanya seru ya yang baru.. semoga bs lebih bagus dari film sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, lebih baik dari sebelumnya, namun tetap dibutuhkan yang namanya perbaikan untuk kedepannya.

      Hapus
  6. Ini zaman gw SD jadi sinetron favorit dan wajib tonton habis Jumatan. Dulu tayangnya jam 1 siang di RCTI hahaha :)

    Kalau filmnya belum sempet nonton. Sibuk kerja kerja kerja bagai quda :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, karena versinya dulu seperti sinetron ya, udah nonton berapa episode nih ? wkwkwk, filmnya menarik kok, sempetin aja buat nonton, terutama di Plot filmnya.

      Hapus
  7. Darj triler jya aja sih udah keren banget..ni film

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya seh, meski begitu ada beberapa scene yang nggak logis banget, dan serasa menggantung nggak dijelasin, yang udah nontn pasti tau kayaknya.

      Hapus
  8. aduh ngeri juga itu ngeliat selendang merah nya. aku kayaknya nonton tunggu tayang di tv aja deh.. hihu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah2, kira-kira kapan ya tayang di TV, wkwkwk

      Hapus
  9. Jauh sebelum disinetronkan, kisah ini ada novelnya dan film layar lebarnya. Tapi seingatku dia cuma muncul di jembatan ya, ga sampe nganter ke rumah hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di filmnya, kayaknya si Manis bakalan lebih leluasa deh, bosen dan gabut juga kali ya kalo di jembatan terus, wkwkwk

      Hapus
  10. Hm....aku baru tahu ada Si Manis Jembatan Ancol ini pas buka Cinepolis mau nyari Film buat ngedate bareng si kecil. Kalau dari pemaparan MovieRall kurang menarik hahaha. Beda dengan Imperfect yang kubaca sebelumnya. Keknya sih aku ga tertarik nonton, xixixixi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sih, meskipun plotnya menarik, namun tetap saja Si Manis Jembatan Ancol ini berasa kayak nonton FTV horor yang banjir Jump Scare, bosen saya lama2

      Hapus
  11. Sebagai orang yang lebih menikmati cerita film daripada efeknya, kayaknya aku nggak bakal nikmati film satu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, berarti yang lebih cocok kayaknya seperti cerita knives out atau nanti kita cerita hari ini mungkin ? karena ceritanya dalam banget.

      Hapus
  12. ni film jaman gw masih kecil, mungkin kalo nonton jadi nostalgia kali ya, moga aja gak mengecswakan filmnya hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, bener2 banget sih, tapi disini udah di rombak abis2 an juga. Soal antara mengecewakan dan nggak, sifatnya relatif juga sih.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih banyak untuk komentarnya, segera saya baca

Copyright © MovieRall. All rights reserved.